Kamis, 26 Februari 2015

MOLAHIDATIDOSA

MAKALAH 
MOLA HIDATIDOSA

A.     Pengertian
            Mola hidatidosa (hamil anggur) adalah suatu kehamilan yang berkembang tidak wajar dimana tidak ditemukan janin dan hampir seluruh vili korialis mengalami perubahan berupa degenerasi hidropik. Mola hidatidosa mudah dikenali yaitu berupa gelembung-gelembung putih, tembus pandang, berisi cairan jernih, dengan ukuran bervariasi 1-2cm.

B.     Etiologi
            Penyebab mola hidatidosa tidak diketahui secara pasti, namun faktor penyebabnya adalah:
a.       Faktor ovum: ovum memang patoligil sehingga mati, tetapi terlambat dikeluarkan.
b.      Imonoselektif dari trofoblast
c.       Keadaan sosio ekonomi yang rendah
d.      Paritas tinggi
e.       Kekurangan protein
f.        Infeksi firus dan faktor kromosom yang belum jelas.

C.     Pathofisologi
            Ada beberapa teori yang diajukan untuk menerangkan pathogenesis dari mola hidatidosa
1.      Teori Missed Abortion
Janin mati pada kehamilan 3-5 minggu karena itu terjadi gangguan peredaran darah sehingga terjadi penimbunan cairan masenkim dari villi dan akhirnya terbentuklah gelembung-gelembug.
2.      Teori Neoplasma dari park
Yang tidak normal adalah sel-sel trofoblast dan memiliki fungsi yang tidak normal pula,dimana terjadi reabsorpsi cairan yang berlebihan ke dalam villi sehingga timbul gelembung.

D.    Prognosis
Kematian pada mola hidatidosa di sebabkan oleh perdarahan,infeksi,payah jantung atau tiroksikosis.Di Negara maju kematian karena mola hampir tidak ada lagi.Akan tetapi,dinegara berkembang masih cukup tinggi yaitu berkisar antara 2,2% dan 5,7%.Sebagian dari pasien mola akan segera sehat kembali setelah jaringanya dikeluarkan,tetapi ada sekolompok perempuan yang kemudian menderita degenerasi keganasan menjadi koriokarsinoma.Presentase keganasan yang di laporkan oleh berbagai klinik sangat berbeda-beda,berkisar antara 5,56%.

E.     Tanda dan Gejala
            Tanda dan gejala kehamilan dini didapatkan pada molahidatidosa. Kecurigaan biasanya terjadi pada minggu ke 14-16 dimana ukuran rahim lebih besar dari kehamilan biasa.pembesaran rahim yang terkadsang diikuti perdarahan, dan bercak berwarna merah beserta keluarnya materi seperti anggurpada pakaian dalam. Tanda dan gejala serta komplikasi mola :
1)         Mual dan muntah yang parah yang menyebabkan 10 % pasien masuk rumah sakit.
2)         Pembesaran rahim yang tidak sesuai dengan usia kehamilan(lebih besar).
3)         Gejala-gajala hipertitoidismeseperti intoleransi panas, gugup,penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, tangan gemetar dan berkeringat,kulit lrmbab.
4)         Gejala- gajala pre-eklamsi seperti pembengkakan pada kaki dan tungkai, peningkatan tekanan darahp roteinuria ( terdapat protein pada iar seni).

F.      Diagnosa
1.      Anmnese /keluhan
a.       Terdapat gejala-gejala hamil muda yang kaang-kadang lebih nyata dari kehamilan biasa.
b.      Terdapat perdarahan yang sedikit atau banyak, tidak teratur, warna tengguli tua.
c.       Pembesaran uterus tidak sesuai kehamilan
d.      Keluar jaringan mola seperti buah anggur
2.      Inspeksi
a.       Muka dan kadang-kadang kelihatan pucat
b.      Jika gelembung mola keluar dapat di lihat jelas
3.      Palpasi
a.       Tidak teraba bagian-bagian janin dan pergerakan janin.
4.      Auskultasi
a.       Tidak terdengar bunyi denyut jantung janin
b.      Terdengar bising dan bunyi khas
5.      Pemeriksaan dalam
Pastikan besarnya rahim, rahim terasa lembek, tidak ada bagian-bagian janin, terdapat perdarahan dan jaringan dalam kanalis servikalis dan vagina
6.      Foto rontgen abdomen : tidak terlihat tulang-tulang janin (pada kehamilan 3-4 bulan).
7.      Ultrasonografi : pada mola akan kelihatan bayangan badai salju dan tidak terlihat janin.

G.    Pencegahan
Karena pengertian dan penyebab dari mola masi belum diketahui secara pasti maka kejadian mola hidatidosa sulit untuk di cegah. Bagaimanapun juga, nutrisi ibu yang baik dapat menurunkan resiko terjadinya mola.

H.    Pemeriksaan  Penunjang
Melalui pemeriksaan USG kita dapat melihat apakah janin didalam kantung gestasi (kantong kehamilan).dan kita dapat mendeteksi gerakan maupun detak jantung janin. Apabila semunya tidak kita temukan di dalam pemeriksaan USG, maka kemungkinan kehamilan ini bukanlah kehamilan yang normal.

I.       Komplikasi
1.      Perdarahan yang hebat sampai syok, kalau tidak segera ditolong dapat berakibat fatal.
2.      Perdarahan berulang-ulang yang dapat mengakibatkan anemia.
3.      Infeksi sekunder
4.      Perforalis karena keganasan dan karena tindakan.
5.      Menjadi ganas (PTG) pada kira-kira 18-20% kasus akan menjadi mola destruens atau kariokarsinoma.

J.      Penatalaksanaan
1.      Perbaiki keadaan umum termasuk pemberian infus dan lakukan kolaborasi dengan dokter gunakan obat oksitosin atau uterotonika untuk membuat rahim berkontraksi.
2.      Sediakan darah bila terjadi perdarahan banyak.
3.      Lakukan kuretase tanpa pembiusan .
4.      Kuretase di lanjutkan dengan sendok kuret biasa yang tumpul.
5.      Tindakan kuret di lakukan sekali saja asal bersih


Tidak ada komentar:

Posting Komentar